Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Pers Indonesia. Teorimu Tak Sesuai Kelakuanmu

Gambar
Oleh: Raden Roro Mira Budiasih Indonesia adalah negara yang menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan. Mengedepankan musyawarah diatas segalanya dan menerapkan asas-asas Pancasila. Hal itu tentu sering didengungkan oleh para pengajar mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Bahkan setiap senin kita ucapkan semasa sekolah dulu. Pancasila menjadi sumber segala prilaku dalam keseharian. Namun nampaknya Pancasila hanyalah sebagai pengantar kala ke-5 silanya hanyalah barisan kalimat tanpa implementasi nyata. Bagaimana kita mampu benar-benar mengatakan bahwa diri kita adalah Indonesia ketika masih terdapat pengkotak-kotakan atau kubu-kubu yang mampu membuat jarak antar kita, antar Indonesia. diambil digoogle Etnosentrisme seperti menjadi ciri tiap budaya masing-masing. Mengedepankan ego dan kepentingan terhadap diri dan kebudayaan sendiri. Tak dapat dipungkiri lagi jika hal itu kini marak terjadi. Bahkan secara terang-terangan media menggambarkan atau memberitakan yan...

Kampus bersih, siapa yang senang?

Gambar
Sering kali kita dengar slogan “Kebersihan sebagian dari iman”. Sebagian orang awam pasti akan berpikir bahwa orang yang tidak menjaga kebersihan adalah orang yang tidak mempunyai iman. Dewasa ini banyak orang yang tidak lagi peduli terhadap kebersihan, baik kebersihan tubuh, kebersihan tempat kerja, kebersihan lingkungan, dan bahkan kebersihan tempat dimana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung.

Saat Pendidikan Dikomersialisasikan

Gambar
Pendidikan adalah sesuatu yang sangat penting demi kemajuan sebuah bangsa. Kualitas pendidikan yang baik akan berdampak pula pada meningkatnya kualitas suatu bangsa. Semakin banyak rakyatnya yang cerdas maka berbanding lurus pula dengan kemakmuran suatu bangsa. Lalu bagaimana dengan fenomena komersial nilai? Nilai sempurna yang didapat mahasiswa bukanlah berasal dari kerja keras mereka melalui otak, melainkan melalui uang. Tentu hal ini sangat mengecewakan karena yang menjadi pelaku adalah seorang dosen.