Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerita Si Kaki Satu

Gambar
Seperti biasa. Setiap pagi pekerjaanku hanya diam dan menanti cerita-cerita seru yang mungkin akan terjadi. Ralat. Bukan hanya setiap pagi, aku melakukannya setiap saat, satu hari 24 jam, satu minggu 7 hari. Hanya ini yang bisa aku lakukan. Lagipula, apa yang kau harapkan dari lampu merah berusia 35 tahun ini?

Penghuni Rumah Tua

Gambar
ilustrasi gambar di google “Eh, semalam Oom ku denger suara ketawa di rumah itu!” ucap Irwan . “Hah? Serius? 2 hari lalu Bapakku denger suara tangisan di rumah itu!” timpal Danimo dan menyeruput es teh dihadapannya. Suasana kantin saat itu tampak ramai. “Jangan-jangan bener lagi, kalo disitu ada Kuntilanaknya. Hiy .... ” Irwan bergidik seram. “Ahh, kalian ini percaya sama yang begituan! Ini tahun 201 4 coy !” Abdi menimpali. Kemudian mencomot segenggam kacang dari tangan Irwan. 3 remaja itu sedang asyik bergosip tentang sebuah rumah tua berlantai 3 terbuat dari kayu yang terletak di ujung jalan, orang-orang bilang itu rumah tusuk sate. R umah seperti itu, merupakan portal tempat keluar masuk roh-roh halus karena letaknya yang diujung jalan, dan nomor rumah itu adalah nomor 13, yang merupakan s im bol kesialan. Akhir-akhir ini santer terdengar gosip-gosip tentang rumah tusuk sate itu. Saat malam hari, tak ada satupun yang berani melewati jalanan di depan rumah itu, ...

Cita dan Cinta

Gambar
Siang itu, Laras baru pulang dari Perpustakaan Daerah Samarinda. Ia meminjam beberapa buku, salah satunya ialah sebuah buku dengan sampul bewarna merah terang bertuliskan ‘Kiat Sukses di Masa Muda’, entah mengapa ia meminjam buku itu. Dan pastinya ia tak pernah absen untuk meminjam Novel. **** Kali ini Laras berada ditempat yang sama 3 hari lalu saat ia meminjam buku, ia ingin mengembalikan buku yang telah ia pinjam, dan meminjamnya buku yang lain lagi. Begitulah seterusnya siklus yang terdapat di dalam kegiatan Perpustakaan. Ia sibuk memilih buku mana yang akan ia pinjam. Matanya tertuju pada sebuah buku dengan sampul berwarna ungu terang, letaknya lumayan tinggi, berada di rak tingkat 5, ia berusaha menggapai buku itu. Dan ternyata tak hanya Laras yang tertarik dengan buku itu, tapi juga seorang pemuda perawakan sedang dengan kulit bersih dan senyum tipis yang menggoda. Pemuda tersebut berseragam putih abu-abu sama seperti Laras.       ...

Penantian

Gambar
Gue buka mata begitu dengar suara alarm di hape yang terus-terusan manggil nama gue (hehe, hiperbola banget ya). Gue paksa buat buka mata, dan gue lirik jam dinding yang tergantung di atas meja belajar tepat di depan mata. Seketika itu juga mata gue terbelalak, sontak ngacir ke kamar mandi. **** Gue terus ngelirik jam yang melingkar di tangan Duh, lama amat sih pesawatnya. Well, kenalin nama gue Annisa, gue sekarang sekolah di SMK Negeri 1 Samarinda dan duduk di bangku kelas XI jurusan Marketing. Sebenernya gue hari ini PSG, tapi gue bolos ehh izin. Soalnya pacar gue, Haris, baru pulang dari Semarang. Dia kuliah disana. Dan dia berangkatnya awal bulan puasa kemaren. Udah sekitar 5 bulan gak ketemu, uuhh kangen banget. Hehe. Gue pacaran sama Haris udah jalan 4 tahun, kami jadian waktu gue naek kelas VII, yap waktu gue masuk SMP dan dia kelas IX. Gue pun jadi flashback kisah gue sama Haris.

Ketika MOS Saat Itu, Ingat Kan?

Matahari pagi yang menyelinap di sela-sela jendela membangunkan ku. Ku edarkan pandangan ke arah sekeliling kamar. Dan ekor mataku terhenti pada sebuah pigura yang terdapat di dalam kardus. Warnanya sudah sedikit pudar. Aku beranjak dan mengambil pigura itu. Semalam aku memberes-bereskan lemari yang sudah hampir 6 tahun tidak pernah ku benahi sejak aku pertama kali pindah ke rumah ini . Dan disana aku menemukan sebuah foto berukuran close up terpajang rapi di pigura yang aku buat sendiri dari sisa-sisa kain perca yang ku tempelkan pada pinggiran bingkai pigura itu. Manis sekali, aku tempelkan boneka hati berukuran kecil yang ku buat sendiri dari kain flanel . Pigura itu di dominasi warna ungu kesukaan ku. Di dalam pigura itu terpajang foto sepasang sahabat. Kami mengenakan seragam batik sekolah. Foto itu diambil ketika hari kamis pada saat pulang sekolah dengan menggunakan kamera SLR milik temanku. Ia sedang mengetes kamera yang baru saja ia beli 2 hari lalu dengan menjadi...

When you

Gambar
Malam itu cuaca seperti mendukung acara ‘malam minggu’ Farra. Bulan bersinar sangat terang, bintang-bintang bak taburan meses cerres yang sama halnya pada saat Mama menyiapkan roti bakar coklat kesukaan Farra pagi tadi. Awan mendung tak terlihat menghiasi langit seperti malam kemarin. Farra telah siap dengan pakaian kebanggaannya. Walau hanya skinny jeans hitam , cardigan panjang dengan warna ungu muda, kaos putih bertuliskan ‘Aku Cantik seperti Mama’ dan sepatu kets putih melengkapi penampilannya malam itu. Rambutnya yang panjang ia gerai begitu saja, tapi poni kebanggaannya lah yang ia atur sedemikian rupa sehingga wajahnya makin terlihat manis.